METROKalteng.com
NEWS TICKER

Terancam Bubar, GAPENSI Bartim Minta Perhatian Pemda Setempat Agar Dapat Pekerjaan

Tuesday, 11 August 2020 | 3:24 pm
Reporter:
Posted by: metrokal
Dibaca: 202

Tamiang Layang, (METROKalteng.com) – GAPENSI adalah Asosiasi Jasa Konstruksi Nasional, didirikan di Tretes Provinsi Jawa Timur pada tanggal 8 Januari 1959, merupakna Asosisasi Jasa Konstruksi tertua dan terbesar di Indonesia.

GAPENSI juga adalah Anggota Luar Biasa Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan merupakan Anggota Kelompok Unsur Perusahaan Jasa Konstruksi pada Lembaga pengembangan Jasa Konstruksi Nasional atau LPJKN yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999.

Di Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah keberadaan Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesi (GAPENSI) justru terancam bubar lantaran anggotanya banyak yang tidak mendapatkan paket pekerjaan di instansi – instansi yang ada Bartim.

Ketua BPC GAPENSI Bartim Nempel K. Jandang mengatakan, untuk tahun 2020 ini belum ada anggota yang melapor kepada dirinya selaku Ketua GAPENSI Bartim, kalau mereka sudah mendapat pekerjaan.

“Saat ini perusahaan saya selaku Ketua GAPENSI Bartim sudah mati, karen sejak tahun 2019 kemaren tidak mendapat pekerjaan, sehingga mandek. Makanya GAPENSI Bartim bisa terancam bubar kalau anggotanya tidak dapat pekerjaan dan tidak bisa menghidupi perusahaan,” ucapnya kepada awak media, Selasa (11/08/2020).

Nempel menuturkan, sejak berdirinya Kabupaten Bartim pada tahun 2001, dari pemekaran Kabupaten Barito Selatan BPC GAPENSI pun berdiri. Awal berdiri GAPENSI di Bartim anggotanya berjumlah 165 orang, hingga tahun 2013 GAPENSI Bartim tetap sehat, artinya semua anggota setiap tahunnya mendapat pekerjaan.

“Sejak tahun 2014 sampai tahun 2015 jumlah anggota menurun menjadi 120 orang, pada tahun 2016 jumlah anggota kembali berkurang menjadi 60 orang, pada tahun2018 anggota GAPENSI Bartim tessisa 26 orang, pada tahun 2019 hingga 2020 jumlah anggota kembali berkurang, hingga tersisa 21 orang,” terang Nempel.

Lebih lanjut Nempel mengatakan, kebanyakan anggata GAPENSI Bartim mengeluh, karena tidak dapat pekerjaan, sedangkan biaya untuk menghidupi perusahaan cukup besar, baik persayaratan di Bartim atau di provinsi Kalteng. Selain itu kita juga harus lapor pajak perusahaan setiap bulan, kalau tidak melapor atau bayar pajak tiap bulan kita juga dikenakan sanksi berupa denda.

“Harapan kami agar Pemda memperhatikan anggota – anggota GAPENSI agar dapat pekerjaan dan bisa menghidupi perusahaan, termasuk saya selaku ketua”, harapnya.

Senada juga dikatakan Anggota GAPENSI Bartim Habariansyah mengatakan, saat ini anggota GAPENSI tersisa 21 orang karena banyak yang tidak mendapat pekerjaan dari instansi – insatansi di Bartim. “Kalau proyek Penunjukan Langsung, yang nilainya dibawah Rp. 200 Juta, sudah ada orang tertentu yang mendapatkannya, apakah asosiasi lain, kita kurang tahu,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari 21 anggota GAPENSI Bartim yang ada, paling hanya 3 orang saja yang dapat pekerjaan. Bahkan yang lebih kita sayangkan Ketua GAPENSI Bartim tidak dapat pekerjaan pada tahun lalu,” tukasnya mengakhiri.(Son/Rmy/Red)

Contak Redaksi 081349007114, 081250001889