METROKalteng.com
NEWS TICKER

Pj Bupati Mura: Peran Penyuluh Pertanian Perlu di Maksimalkan Untuk Kemandirian Pangan

Wednesday, 6 March 2024 | 7:38 am
Reporter:
Posted by: metrokal
Dibaca: 3

Puruk Cahu, (METROKalteng.com) – Guna wujudkan kemandirian pangan rakyat, Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) melaksanakan Panen perdana padi bersama tiga kelompok tani binaan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanik) Mura dan komitmen perbaiki ketahanan pangan rakyat

Kegiatan yang pertama kali dilaksanakan sejak tahun 2011 silam ini digelar di kawasan persawahan DAM Jalan Mahir Mahar Kelurahan Beriwit Kecamatan Murung, Selasa (5/3/2024) dipimpin langsung Pj Bupati Mura, Hermon.

Panen padi program Dinas Pertanian dan Perikanan ini di apresiasi oleh Hermon karena komoditi tersebut merupakan indikator inflasi di daerah.

“Komoditi padi atau beras merupakan indikator inflasi yang menjadi sorotan nasional saat ini. Tetapi saya minta hal ini bukan menjadi beban, namun jadikan untuk merealisasikan kemandirian pangan yang wajib kita realisasikan,” kata Pj Bupati Mura, Hermon.

Dia juga berharap dinas teknis terkait dapat berkolaborasi mewujudkan kemandirian pangan untuk majunya hasil produksi dan kesejahteraan petani, seperti Kelompok Tani (Poktan) DAM Raya, Teluk Raya dan Berjaya.

“Peran penyuluh pertanian perlu di maksimalkan untuk kemandirian pangan. Selain ini kita mendorong masyarakat agar dapat lebih memilih produk-produk pertanian petani lokal kita,” ujarnya.

Sementara Plt Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanik) Mura Rezal Samad menerangkan, di kelurahan Benwit terdapat 3 (tiga) Kelompok tani yang mengusahakan padi sawah yaitu Poktan DAM Raya sebanyak 7 Ha, Teluk Raya sebanyak 3 Ha, dan Berjaya sebanyak 0.5 Ha.

Varietas padi yang digunakan pada Poktan DAM RAYA adalah Aromatic, Ciputi, Inpari C2, IF 8, IF 16 dan IR Nutri Zinc. Varietas padi pada Poktan Teluk Raya adalah Aromatic, Ciputi, Inpari C2, IF 8, IF 16, IR Nutri Zinc, INPARI 42 dan INPARI 48. Sedangkan Varietas padi yang digunakan pada poktan BERJAYA adalah Aromatic, Ciputi, Inpari C2, IF 8, IF 16, IR Nutri Zinc dan Santani.

“Dalam satu kali panen untuk penggunaan benih padi varietas IF8 adalah 8 ton per hektar. Rata-rata produktivitas padi adalah 4 Ton/Ha dan panen dilakukan setiap 1 kali dalam setahun,” kata Rezal.

Adapun kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani ini, pertama karena adanya alih fungsi lahan pertanian dan salah satu cara penanggulangan masalah ini adalah dengan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Kedua kurangnya tenaga pengelola. Ketiga status kepemilikan lahan yang masih berstatus pinjam lahan. Keempat Irigasi yang belum ada perawatan dan kelima masalah pupuk dan obat-obatan bagi pertanian yang subur.(Uzi)

Contak Redaksi 081349007114, 081250001889